Thursday, September 10, 2015

Kera setinggi 3 meter pernah hidup di tanah jawa !

Fosil rahang bawah kera raksasa purba di Indonesia ditemukan pertama kali di situs Semedo, Tegal, Jawa Tengah. Penemuan ini menunjukkan bahwa kera raksasa atau lebih akrab kita sebut kingkong pernah hidup di Indonesia, khususnya pulau Jawa.

"Ini temuan pertama di Indonesia," kata Siswanto. Dia menambahkan, kera raksasa yang ditemukan di Semedo berbeda dengan di Asia Selatan dan Tiongkok. "Kalau di India, misalnya, ukurannya lebih kecil," imbuhnya.

"Ini ditemukan oleh warga pada bulan Juli lalu. Kita berhasil mengonfirmasi bahwa ini milik kera raksasa Jawa," ungkap Siswanto, Kepala Balai Arkeologi Yogyakarta, ketika dihubungi Senin (1/12).


Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bawah yang pada awalnya disangka fosil manusia, ternyata setelah meneliti gigi gerahamnya yg berukuran sekitar 2,5 cm, pihak BAY (Balai Arkeologi yogyakarta) menyatakan bahwa fosil ini bukan milik manusia, melainkan milik kera raksasa. hmmm... ngeri juga yah kalau dibayangkan. 

Temuan ini cukup menggegerkan masyarakat sebab selama ini Gigantopithecus atau kera raksasa yang ukurannya sampai 3 meter dipercaya hanya tersebar di Tiongkok, Asia Selatan, dan wilayah Vietnam yang dekat dengan Tiongkok. hehehe nyasar kali yakk bisa nyampe ke indo.

Ada beragam jenis Gigantopithecus yang tersebar di dunia, antara lain G. giganteusG. bilaspurensis, dan G. blacki. Jenis yang fosilnya dijumpai di Semedo adalah G. blacki.
Tulang Gigantopithecus ini ditemukan pada lapisan tanah dengan umur geologi mencapai satu juta tahun lalu. Lokasi penemuan ini mendukung gagasan bahwa kera raksasa pernah menyebar hingga ke Indonesia.

kok bisa ya si giga ini nyampe ke indonesia ? ternyata jutaan tahun lalu, daratan Asia dan wilayah Jawa, Sumatera, serta Kalimantan masih tergabung dalam satu pulau raksasa. Kondisi tersebut memungkinkan hewan darat seperti kera raksasa menyebar hingga ke Tanah Air.

Siswanto mengutarakan, kera raksasa purba menghuni Jawa pada masa pleistosen hingga lebih kurang 200.000 tahun lalu. Setelahnya, spesies tersebut punah, diduga akibat perubahan iklim.

perubahan iklim ternyata menjadi penyebab punahnya makhluk ini sesuai dengan kata pak siswanto ini "Ada perubahan iklim mendadak dari ekstrem dingin menjadi kering. Kera raksasa dengan ukurannya yang besar tidak mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan sehingga akhirnya punah," 

pak Siswanto percaya, kera raksasa tidak hanya bisa dijumpai di Jawa, tetapi juga Sumatera dan Kalimantan. Hanya, kondisi pengendapan di Sumatera dan Kalimantan mungkin tidak mendukung terawetkannya tulang sehingga fosil tak ditemukan.
Siswanto menguraikan temuan fosil kingkong purba tersebut dalam acara kuliah umum di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, pada Sabtu (29/11). Dalam acara itu, dia juga menguraikan temuan penting lain di situs Semedo.

0 comments:

Post a Comment

Total Pageviews